Iyah ini adalah film yang dengan sotoy nya saya tonton dengan memakai subtitle Inggris (pada awalnya….) tersadar akan kapasitas diri yang tidak mampu lagi memahami kalimat-kalimat yang semakin “ngejelimet” saya pun dengan semangat reformasi ’98 mengganti subtitle dengan bahasa negara bahasa Indonesia, dan Ternyata…..hasilnya….adalaaaahhhhhh…… “saya tetep nggak ngerti”….sumpah ini film sampe saya tonton berkali-kali baru akhirnya bisa ngerti n' manggut-manggut. Heuheu liat dech tampilan Cameron Diaz ajah di film ini aja kacau banget…cupu abis..haha
Okeh lupakan Being John Malkovich (1999), sekarang saya pengen sekadar sharing another film dari Om Spike Jonze a.k.a sutradaranya Being John Malkovich ini. Spike Jonze, sutradara dengan imajinasi mengejutkan ini telah merilis sebuah film pendek berjudul I’m Here (2010)
Kali ini idenya ditulis sendiri oleh Om Spike dan tentu saja disutradarai sama dia juga (yaeyaalahhh….) I’m Here adalah film yang terlah berhasil membuat saya menitikkan air mata di pagi hari!!! (orang saya nontonnya pagi-pagi…hhe) Sehingga membuat terjadinya ke-absurb-an antara belek bangun tidur sama belek bekas nangis.
Tema yang diusung Om Spike Jonze di film terbarunya ini tidak begitu jauh dari tema cinta, tapi memang sudah dasarnya Om Spike Jonze “Cerita cintanya juga pastinya bukan cerita cinta biasa”.
Pada film ini digambarkan bahwa robot dan manusia itu hidup berdampingan. Sedikit perbedaan bahwa robot-robot di film ini juga memiliki rasa dan sifat layaknya manusia. Sheldon adalah robot dengan sisi kesepian dan sisi kemonotonan yang mendominasi kehidupannya. Setiap hari bekerja sebagai pegawai perpustakaan. Dari awal kemunculannya saja c’tokoh Sheldon ini sarat dengan aura kesenduan…sediehh terus gtu bawaannya c’Sheldon inih mah sampai akhirnya dia bertemu seorang robot cewek bernama Francesca yang enerjik dan penuh semangat akan kehidupan even thought she is just a robot yang sarat dengan keterbatasan. Kemudian cerita mengalir biasa sih bertemu, berbicara, kemudian jatuh cinta. (ah lop stori… lop stori…ckck)
Cerita mulai mengalir ke klimaks saat kata “cinta” harus berubah menjadi kata “pengorbanan”. Yeah…Too much to give in the end.. I think.
Melihat kepada judul I’m Here yang kalau di artikan ke bahasa Indonesia (Aku Di sini) ada perasaan nyaman dan tenang yang terselip di dalam kata-kata itu. Jadi inget ketika saya kecil, saya sering terbangun tengah malam kemudian mencari-cari Bunda…”Bunda di manaaaa???” biasa Bunda bakalan menjawab “Bunda di sini nak…” heuu.. perasaan pun jadi tenang.
Yah mungkin inilah yang terjadi pada Sheldon dan Francesca, di tengah kekosongannya Sheldon menemukan Francesca begitu pun sebaliknya Francesca pada akhirnya menemukan pasangan yang begitu mencintainya (that's what they called "i'm here").
saya salut terhadap konsep yang disuguhi oleh Om Spike Jonze ini, kenapa harus robot..hmm?? Tapi pusing mikirinnya haha bikin otak saya carut marut saja ntar dibuatnyah hahaha…tapi kalau bukan robot mungkin cerita ini jatohnya hanyalah cerita biasa kali yah…
Ini bagi yang mau liat trailernya
sountrack-nya juga kayaknya lumayan sih
Film ini cuma bisa ditonton online dengan kapasitas 5000 orang pengunjung setiap harinya yah jika tertarik ini linknya http://www.imheremovie.com/
*Enjoy The Show aja deh...kalo niat sih pake headset mendingan soalnya volume suaranya rada-rada kecil
Akhir-akhir ini saya memang lebih menyukai film yang bisa memberikan saya “sesuatu” hal tentang kehidupan. Bukannya saya tidak menyukai drama romatis komedi seperti dulu, tapi saya merasa life n’ love are not simple as we thought in that kind of movies. Hidup itu keras jika kita tidak bisa menghadapinya dengan bijak karena tidak selamanya hidup itu berakhir dangan kata-kata happy ending. Mengutip kata-kata salah seorang sahabat “kita mungkin harus merasakan kesedihan untuk tau apa rasanya menjadi bahagia”.




.jpg)

