Beberapa hari yang lalu saya menerima sebuah SMS yang bertuliskan,
“Pencegahan kanker Serviks Uteri.
- Sehabis pipis keringkan dengan tisu
- Ganti “celana dalam” minimal dua kali sehari
- Ganti pembalut minimal dua kali sehari
- Hindari makan atau buah yang meningkatkan produksi lendir, seperti: nanas, kol, timun, dsb.
- Jangan memegang vagina dengan kuku yang kotor
- Jangan membiarkan celana dalam dipakai dalam keadaan basah
- Jangan melakukan sex bebas
- Kalau bisa lakukan pemeriksaan USG/ Sceening Uterus secara rutin.
Sebarkan ke semua wanita yang kamu sayang”
Iyah itulah isi dari sms yang saya terima, sebelum mendapatkan kemudian membaca SMS tersebut, pengetahuan saya akan penyakit kanker serviks uteri atau yang lebih dikenal dengan kanker leher rahim ini sangat minim. Padahal sebagai perempuan seharusnya kita harus lebih mengenal jenis-jenis penyakit yang akan sangat rentan menyerang genre kita “perempuan”.
Pernah mendengar kata-kata Budha “Every human being is the author of his own health or disease” , jadi yang menentukan kesehatan itu sendiri adalah dari cara kita dalam mengelola pola hidup kita sendiri.
Kalau melihat siaran televisi saya suka serem sendiri, apa lagi sih yang bisa dimakan tanpa harus merasa was-was, mulai dari makanan, minuman, buah sampai sayur ada saja indikasi bahayanya jika dikonsumsi, yang pengawet lah, proses yang tidak semestinya lah, bla…bla…bla…bikin sereeemm.
Jadi mulai sekarang mungkin sebaiknya kita lebih berhati-hati terhadap apa-apa yang harusnya boleh dan tidak kita konsumsi karena makanan adalah faktor utama yang menentukan kesehatan seseorang (menurut saya).
Sebelumnya saya sering mendengar orang-orang tua dulu (jiaah kesannya hidup semenjak zaman kapan gituh…haha) melarang anak gadisnya untuk mengkonsumsi buahan dan sayuran sejenis nanas, timun, kol dalam jumlah yang banyak, akan tetapi mereka tidak memberikan penjelasan yang konkret mengapa hal itu dilarang…pokoknya nggak boleh wae…
Ternyata eh ternyata penjelasan ilmiah nya adalah zat yang terkandung di dalam nanas, timun, dan kol itu dapat menyebabkan peningkatan produksi lendir pada perempuan sehingga muncullah penyakit yang sering kita sebut keputihan, yaitu keluarnya cairan berlebihan dari vagina yang terkadang disertai rasa gatal, nyeri, rasa terbakar di bibir kemaluan dan kerap disertai bau busuk…wew nggak mau kan kita (baca: perempuan) mengalami hal seperti itu.
Kemudian ketika saya membaca mengenai hubungannya pembalut dengan kanker, saya menemukan fakta yang mengejutkan saya sendiri khususnya. Bahwa penggunaan pembalut yang tidak semestinya juga dapat meningkatkan resiko terkena penyakit kanker serviks ini.
Ini data yang telah saya dapatkan setelah nanya-nanya di mbah google“Cek hiegienis produk napkin yang Anda pakai!! Karena menurut WHO, Indonesia merupakan negara dengan penderita kanker mulut rahim NO.1 di dunia, dan 62% salah satunya diakibatkan oleh penggunaan produk pembalut yang tidak berkualitas!!!! Di RSCM: 400 pasien kanker leher rahim baru setiap tahun. Di RSCM kematian akibat kanker serviks sekitar 66%. Mayoritas penderita datang dalam kondisi stadium lanjut. Tingkat kesadaran deteksi dini masih rendah.
Cara pengecekan:
1. Sobek produk pembalut Anda, ambil bagian inti didalamnya.
2. Ambil segelas air putih. Usahakan gunakan gelas transparan sehingga lebih jelas.
3. Ambil sebagian dari lembaran inti pembalut Anda dan celupkan ke dalam air tersebut. Aduk dengan sumpit.
4. Lihat perubahan warna air (karena kalo hieginis dan bersih,seharusnya air akan tetap jernih).
5. Lihat apakah produk tersebut tetap utuh atau hancur seperti pulp. Jika hancur dan airnya keruh, berarti Anda menggunakan produk yang kurang berkualitas, dan banyak mengandung pemutih (byclean).
6. Dan dari produk yang kurang berkualitas tersebutlah yang sering menyebabkan di bagian intim wanita selalu mengalami banyak masalah:
- Keputihan
- Gatal-gatal
- Iritasi
- dan lain-lain.”
Cara pengecekan:
1. Sobek produk pembalut Anda, ambil bagian inti didalamnya.
2. Ambil segelas air putih. Usahakan gunakan gelas transparan sehingga lebih jelas.
3. Ambil sebagian dari lembaran inti pembalut Anda dan celupkan ke dalam air tersebut. Aduk dengan sumpit.
4. Lihat perubahan warna air (karena kalo hieginis dan bersih,seharusnya air akan tetap jernih).
5. Lihat apakah produk tersebut tetap utuh atau hancur seperti pulp. Jika hancur dan airnya keruh, berarti Anda menggunakan produk yang kurang berkualitas, dan banyak mengandung pemutih (byclean).
6. Dan dari produk yang kurang berkualitas tersebutlah yang sering menyebabkan di bagian intim wanita selalu mengalami banyak masalah:
- Keputihan
- Gatal-gatal
- Iritasi
- dan lain-lain.”
Wah ternyata gak ada ruginya kalau kita mau bersusah-susah sedikit untuk mengecek apakah pembalut yang kita pakai itu baik untuk kesehatan kita atau tidak.
Mengenai menjaga kebersihan daerah V, mungkin telah banyak perempuan yang mengetahuinya, kita harus bisa menjaga agar daerah V kita agar tidak lembab, sebab kalau lembab yah kuman-kuman bakalan datang dengan indahnya..hehe saya sendiri selalu menyediakan tisu ketika sedang berpergian jadi kalau toilet umumnya kehabisan tisu…jadi gak repot…hehe
Saya pernah membaca sebuah artikel di sebuah majalah mengenai Sceening Uterus, yaitu pemeriksaan terhadap keganjilan-keganjilan di daerah sekitar rahim. Pemeriksaannya tentu saja harus dilakukan oleh dokter kandungan(ginekolog), heu..ternyata doker kandungan bukan hanya itu ibu-ibu hamil dan wanita-wanita yang sudah menikah saja, untuk yang belum maried juga boleh melakukan pemeriksaan kandungan tersebut. Memang terdengar sedikit serem apalagi kalau dokternya ternyata laki-laki heu. Tetapi ternyata semuanya itu sudah ada prosedurnya yang katanya aman, nggak sakit dan ngga akan bikin “keperawanan” hilang walaupun si dokter nantinya akan memasukkan alat USG melalui vagina…hehe tapi yang ini juga saya belum berani sih melakukannya…haha tacuutt..
Sudah saatnya kita memberikan perhatian lebih terhadap kesehatan diri kita (perempuan) dan kesehatan perempuan-perempuan di sekitar kita…
Let’s Save The Women People!!!


